Dari Energi hingga Kesehatan: 30 Kebijakan Prabowo untuk Kesejahteraan Publik
Perlindungan konsumen digital pun tidak luput dari perhatian. Mulai 28 September 2026, sisa kuota internet seluler yang telah dibeli tidak akan langsung hangus ketika masa aktifnya habis, sebab kuota tersebut dipandang sebagai hak mutlak pengguna. Selain itu, regulasi pembatasan akun platform digital berisiko bagi anak di bawah 16 tahun menjadikan Indonesia sebagai pionir di kawasan Asia Tenggara.
Stimulus Ekonomi Kerakyatan dan Hunian Terjangkau
Aktivitas UMKM mendapat suntikan darah segar berkat perpanjangan PPh Final 0,5% tanpa batas waktu bagi pelaku usaha perorangan beromzet sampai Rp4,8 miliar. Beban pembiayaan jutaan ibu-ibu pelaku usaha ultra mikro melalui PNM Mekaar juga diringankan lewat penurunan bunga pinjaman menjadi sekitar 8%. Guna meringankan beban masyarakat bawah, utang macet lama milik petani, nelayan, serta UMKM turut dihapuskan secara selektif, sementara harga pupuk bersubsidi dipangkas hingga 20% demi menekan ongkos produksi tani.
Konektivitas kawasan perdesaan diperkuat melalui pembangunan ribuan jembatan baru. Di sektor properti, kuota rumah bersubsidi ditingkatkan hingga 350.000 unit per tahun dengan skema bunga tetap 5%, didukung pembebasan bea BPHTB dan PBG bagi pembeli rumah pertama, serta lonjakan target program bedah rumah menjadi 400.000 unit tiap tahunnya.
Digitalisasi Pelayanan dan Kemudahan Lintas Batas
Birokrasi bantuan sosial dibuat lebih transparan lewat Portal Perlinsos, di mana warga bisa mendaftar atau melayangkan sanggahan secara mandiri tanpa birokrasi berbelit. Ke depan, setiap warga yang menginjak usia 17 tahun disiapkan kepemilikan rekening berbasis NIK dengan suntikan saldo awal dari negara. Kemudahan juga merambah sistem pembayaran digital; QRIS kini bisa dipakai lintas negara di berbagai mitra Asia, sementara inovasi QRIS TAP memungkinkan pembayaran transportasi dan ritel cukup dengan menempelkan gawai. Bagi pelancong internasional, pengajuan Visa Schengen kedua kalinya kini memberikan fasilitas multiple-entry hingga lima tahun, menyempurnakan rangkaian transformasi yang menyentuh berbagai lini kehidupan warga.
Editor: Agung Bakti Sarasa