Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mitra MBG Resah, Minta BGN Segera Buka Operasional SPPG yang Masih Moratorium
Advertisement . Scroll to see content

Dapur MBG Terancam Gulung Tikar, Pengelola SPPG di Priangan Timur Adukan BGN ke DPR

Kamis, 05 November 2026 | 08:46 WIB
  • author Aga Gustiana
Dapur MBG Terancam Gulung Tikar, Pengelola SPPG di Priangan Timur Adukan BGN ke DPR
Puluhan pengelola SPPG di Priangan Timur protes aturan baru BGN. (Foto: Ist)

Efek Domino: Potensi Pengangguran Baru di Tingkat Lokal

Sikap berat hati untuk melakukan efisiensi tenaga kerja ini dikhawatirkan melahirkan masalah sosial baru di daerah. Sejak roda program ini berputar, para relawan dapur telah mendedikasikan tenaga demi kelancaran suplai makanan bergizi.

Kekhawatiran senada diutarakan oleh Nandang Makmur, perwakilan mitra SPPG Suksasenang, Kabupaten Tasikmalaya. Ia menyoroti kontradiksi antara tujuan penyerapan tenaga kerja dengan dampak riil dari aturan anyar tersebut.

"Ya, di mana ini akan menambah jumlah pengangguran baru karena semua mitra SPPG terpaksa harus mengeluarkan sebagian relawannya," ujarnya.

Meskipun dihadapkan pada tekanan operasional yang pelik, para pengelola tetap menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kepala BGN Sudaryono atas cetusan besar program ini. Namun, mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh agar realitas di lapangan tidak diabaikan.

Robi Tamzil, selaku mitra SPPG Ciamis, mendesak pimpinan BGN turun langsung meninjau kondisi dapur di daerah.

"Kami berharap pihak BGN bisa turun langsung melakukan asistensi ke mitra-mitra SPPG untuk mengecek secara langsung kondisi di lapangan, agar paham bagaimana pengelolaan dapur SPPG yang sebenarnya, tidak hanya menerima laporan dari pihak mitra saja," ujar Robi.

Ia juga berharap petunjuk teknis (juknis) segera direvisi untuk meredam kebingungan massal di tingkat bawah.

Tempuh Jalur Elegansi: Siap Sambangi Senayan

Alih-alih melampiaskan kekecewaan lewat aksi turun ke jalan yang menguras tenaga, para pengelola memilih jalur dialog konstitusional yang lebih bermartabat. Koordinator Mitra SPPG, Ucu Supriatna atau yang akrab disapa Abah Ucu, memastikan pihaknya telah melayangkan surat permohonan audiensi resmi kepada Komisi IX DPR RI yang dijadwalkan bergulir pada 16 November 2026 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, para pengelola berharap wakil rakyat dapat memfasilitasi dialog langsung dengan Kepala BGN guna membedah arah masa depan kebijakan MBG.

"Kita bukan demo, kalau demo capek menguras energi. Kalau kita audiensi dan berdiskusi, sebetulnya MBG ini mau dibawa ke mana," kata Abah Ucu.

Abah Ucu menutup dengan penegasan bahwa masyarakat daerah sejatinya sangat merasakan manfaat besar dari kehadiran program MBG. Karenanya, ia berharap para pembuat kebijakan sudi mendengar suara dari bawah demi menjaga keberlangsungan misi mulia tersebut.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut