Kedua, berjalan adalah fasilitator untuk memurnikan hal yang diketahui guna memberi ruang bagi pemikiran-pemikiran baru, dalam kata-kata Aurora sendiri, untuk terlibat dalam sebuah pengalaman yang "intensitas rendah, paparan tinggi". Paparan adalah penyeimbang yang menjaga berjalan sebagai aktivitas yang "adil" jika tidak "netral".
Dalam berjalannya, ia terpapar stimulus sama seperti stimulus itu baginya. Ia terlindungi dari orang lain dan stimulus, melalui tikungan jalan, perbedaan ketinggian dan medan, sebagaimana beberapa stimulus tetap tersembunyi baginya melalui cara yang sama.
"Ini pameran portfolio Aurora dan karyanya terbilang seniman biennale dan saya belum paham bagaimana cara menjualnya. Itu sebabnya Aurora belum di-manage under artist management AsSociates," kata Andonowati di gedung Lawangwangi, ArtSociates Gallery and Cafe, Bandung Barat, Jumat (24/10/2024).
Aurora memperkenalkan konsep visibilitas dan ketidakjelasan sebagai argumen bahwa, memang, keduanya merupakan elemen penting dalam tindakan mengamati. "Jika Anda melihat segalanya, mungkin Anda tidak melihat apa pun."
Berdasarkan hukum keberadaan manusia sebagai objek tiga dimensi, seketika muncul 'verso'; bagian belakang yang tak terlihat; kemudian, melalui berjalan, terjadi selubung dan penyingkapan visual yang terus-menerus di depan dan di belakang kita. Dan berdasarkan aturan opasitas, mata hanya dapat melihat sejauh dan sejelas cahaya yang menembus.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
