Ketidakjelasan parsial—atau sinonimnya visibilitas parsial—memaksa pengamatan, menyebabkan hasrat untuk menemukan sesuatu, bukan untuk memecahkan sesuatu secara langsung, atau untuk terjun ke dalam tindakan konsekuensial apa pun, melainkan sekadar untuk memuaskan dorongan bawaan dan manusiawi sebagai makhluk yang ingin tahu.
Ketiga, objek. Dalam perjalanannya, menyadari bagaimana observasi, rasa ingin tahu, dan hasrat cenderung saling memicu, Aurora pasti akan menemukan objek yang menggelitiknya. Bayangkan pikirannya seperti museum dengan komite etik yang solid yang mencoba menentukan kemungkinan aksesi artefak.
Objek-objek yang muncul dalam karyanya adalah objek-objek bebas: liar, liar, atau hilang. Objek-objek yang tidak bebas, atau tidak dapat dikoleksi, ia tiru melalui video, lipatan kertas, lukisan, patung, dan cara-cara lainnya.
Karena baginya, apakah suatu objek nyata atau replika tidaklah penting selama objek tersebut terekam, para pengunjungnya seharusnya tidak perlu repot-repot memikirkan hal-hal tersebut.
Terakhir, simulasi. Keaslian, sekali lagi, bukanlah perhatian utama Aurora karena menghadirkan susunan material yang asli bukanlah tujuannya dalam menggabungkan objek-objek tersebut. Melainkan, karena ia merasa bahwa perjalanan observasinya hanya dapat ditransfer melalui pengalaman.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
