Dari Cianjur 1834 hingga Lokatmala Living Heritage 2026: Merawat Ingatan, Menghidupkan Warisan

Agus Warsudi
Pagelaran tari kreasi salah satu cara Lokatmala Foundation menghidupkan sejarah, seni, dan budaya Cianjur. (Foto: Istimewa/Lokatmala Foundation)

Kesadaran tersebut, ujar Wina, dilanjutkan dan diperdalam melalui Lokatmala Living Heritage 2026, sebuah program kebudayaan yang menempatkan warisan budaya sebagai praktik hidup yang terus dijalani, dipelajari, dan diwariskan. 

Menurut Wina, yang juga Dosen Transformasi Budaya Sunda Universitas Suryakancana Cianjur itu, pendekatan living heritage menegaskan pelestarian tidak berhenti pada perayaan, tetapi berlanjut dalam praktik sosial dan pendidikan berkelanjutan.

Jika Cianjur 1834 adalah upaya mengingat dan menegaskan identitas, maka Living Heritage 2026 adalah upaya merawatnya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. 

"Warisan budaya harus hadir sebagai ruang belajar, ruang dialog, dan ruang hidup bersama masyarakat,” tutur Wina.

Wina mengatakan, sepanjang 2026, Lokatmala Living Heritage akan diimplementasikan melalui forum diskusi publik, residensi seniman dan peneliti, program edukasi lintas generasi, pendokumentasian pengetahuan, serta pameran dan peristiwa budaya terbuka. 

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara terukur, kolaboratif, dan berdampak, dengan menempatkan warga sebagai subjek utama dalam pemajuan kebudayaan.

Rangkaian kerja kebudayaan Lokatmala juga diperkuat dengan penerbitan buku Pancaniti dan Rahasia Manuskrip 17 oleh Langgam Pustaka pada 2025 yang menjadi salah satu tonggak penting dalam pendokumentasian sejarah dan narasi budaya Cianjur melalui pendekatan sastra dan refleksi filosofis.

“Atas dasar itu, Lokatmala Foundation bersama berbagai mitra berkomitmen menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan pengetahuan, inovasi, dan kesejahteraan," ucap Wina.

"Pelestarian bukan sekadar menjaga peninggalan, tetapi menumbuhkan keberpihakan pada seni budaya agar terus relevan dan berdaya guna bagi masa depan,” ujarnya.

Menurut Wina, dangan program Cianjur 1834 hingga Lokatmala Living Heritage 2026, Lokatmala Foundation menegaskan satu benang merah bahwa sejatinya sejarah adalah napas, seni adalah bahasa, dan kebudayaan adalah tanggung jawab bersama. 

"Sebab warisan tidak cukup hanya dikenang, tapi ia juga harus dihidupkan, dirawat, dan diwariskan dengan penuh kesadaran kepada generasi mendatang," tegas Wina.

Editor : Agus Warsudi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network