BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menekankan pentingnya percepatan transisi energi yang berkeadilan sebagai fondasi untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, bahkan bisa lebih cepat. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk secara bertahap memensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Ketua Umum METI, Zulfan Zahar, menekankan bahwa langkah ambisius ini harus dibarengi strategi yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, agar transisi energi tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga adil dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.
“Kami berpikir bahwa transisi energi ini harus betul-betul dikawal sesuai dengan niat baiknya. Presiden sangat konsen terhadap transisi energi ini, dan dari target pertumbuhan ekonomi 8 persen, salah satu driver utamanya justru adalah transisi energi,” ungkap Zulfan dalam acara Bincang Energi sekaligus peluncuran program METI Energi Muda, di Bandung, Jumat (30/1/2026).
Zulfan menjelaskan, proses peralihan energi akan berlangsung panjang. Fase transisi diproyeksikan sekitar satu dekade menggunakan gas, sebelum akhirnya sepenuhnya mengandalkan energi baru terbarukan (EBT).
“Dari situ kita bisa menghitung berapa green jobs yang bisa dihasilkan, bagaimana ekonomi sirkular bisa tumbuh, dan bagaimana daerah-daerah ikut bergerak,” tambahnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
