Energi Terbarukan dan Green Jobs, Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Generasi Muda

Muhammad Rafki Razif
Peluncuran METI Energi Muda, di Bandung, Jumat (30/1/2026). (Foto: M Rafki)

Zulfan juga mengakui adanya pencabutan izin beberapa proyek pembangkit EBT, seperti PLTA. Namun, menurutnya, langkah tersebut perlu dipandang sebagai upaya memperbaiki tata kelola sektor energi.

“Kami berharap ke depan investasi, baik nasional maupun asing, benar-benar patuh terhadap izin lingkungan dan tata cara konstruksi yang benar,” imbuhnya.

Mengenai potensi wilayah, Zulfan menyoroti Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang menjanjikan untuk pengembangan energi terbarukan, terutama dari sumber air dan angin.

“Potensi PLTA sangat besar, begitu juga energi angin. Bahkan di wilayah pesisir Jawa Barat, potensi anginnya sangat menjanjikan,” ujarnya.

Menanggapi anggapan bahwa energi terbarukan mahal, Zulfan menekankan bahwa biaya energi sangat bergantung pada lokasi dan karakter wilayah.

“Biomassa di Pulau Buru lebih murah dari diesel. PLTS di Nusa Penida juga jauh lebih murah dibandingkan diesel. Jadi mahal itu harus dibandingkan dengan apa dan di mana,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberagaman karakter wilayah Indonesia justru menjadi kekuatan dalam membangun sistem energi yang adil dan berkelanjutan.

“Di situlah keindahan Indonesia,” pungkas Zulfan.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network