Dinkes Cimahi Tunggu Hasil Lab Penyebab Keracunan MBG, Satu Siswa Masih Dirawat

Adi Haryanto
Kepala Dinas Kesehatab Kota Cimahi, Mulyati. Foto/Inews Bandung Raya

CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Dinas Kesehatan Kota Cimahi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan 43 siswa usai menyantap MBG.

"Penyebab pasti (keracunan) sampai hari ini, hasil lab belum ada, kami masih menunggu," kata Kepala Dinas Kesehatab Kota Cimahi, Mulyati saat ditemui usai mendampingi Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira, Senin (2/3/2026).

Menurutnya hasil lab bisa memastikan apa yang jadi penyebab keracunan massal tersebut. Sejauh ini semua sampel makanan dari Senin, Selasa, dan Rabu sudah diserahkan dan diperiksa ke laboratorium kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Bukan hanya pihak Dinas Kesehatan yang melakukan pemeriksaan sampel makanan, tapi juga dari Polres Cimahi juga melakukan pemeriksaan. "Mudah-mudahan di minggu ini bisa keluar hasilnya," sambungnya.

Terkait jumlah pasien, Ia memastikan semua yang dirawat di Rumah Sakit Dustira dan Mitra Kasih semua sudah pulang. Hanya tinggal menyisakan satu pasien di Rumah Sakit Cibabat satu orang.

"Pasien yang dirawat tinggal satu di RS Cibabat, yang bersangkutan masuk di hari Kamis," ucapnya.

Pascakejadian tesebut, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan penegakan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi seluruh SPPG di Kota Cimahi. Supaya kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Tim investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sudah turun ke Cimahi pada hari Jumat sore lalu melakukan pemeriksaan di sekolah, rumah sakit, dan SPPG terkait.

Setelah kejadian SPPG tersebut langsung ditutup dan baru akan dapat beroperasi kembali setelah memenuhi seluruh persyaratan dan mendapatkan persetujuan dari BGN.

"Kami bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penegakan sanksi. Adapun SPPG di Cimahi yang memiliki Surat Keterangan Layak Hidup Sehat (SLHS) baru sekitar 30, sisanya masih berproses," terangnya.

Seperti diketahui sebanyak 43 siswa TK, SD, dan SMP, mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Rabu (25/2/2026). Korban tersebar di tiga rumah sakit, yakni 33 di RSUD Cibabat, 5 di RS Mitra Kasih, dan 5 di RS Dustira.

Selain itu ada satu orang guru juga mengalami gejala keracunan setelah makan paket MBG yang terdiri dari onigiri, apel, susu, dan telur. Semua sampel makanan sudah dikirim untuk diuji lab, sementara SPPG yang memasok menu MBG tersebut ditutup sementara. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network