Populer di TikTok dan YouTube, Dedi Mulyadi Dinilai Belum Maksimal Selesaikan Masalah Jabar

Susana
Direktur Eksekutif UF Center sekaligus mantan Sekretaris Forum Parlemen Jabar 2009–2014, H. Ujang Fahpulwaton. Foto: Ist.

Kebijakan Penutupan Tambang dan Wisata Ikut Disorot

Dalam pernyataannya, Ujang turut mengkritisi sejumlah kebijakan yang dinilai berdampak terhadap sektor ekonomi masyarakat.

Ia menyinggung kebijakan terkait penutupan tambang dan pembatasan kegiatan wisata bagi siswa sekolah yang disebut berdampak pada pelaku usaha seperti travel, restoran, warung makan, hingga perhotelan.

Menurutnya, kebijakan pemerintah perlu diambil melalui koordinasi dan sinergi yang matang agar tidak menimbulkan efek domino terhadap sektor lain.

“Ini mengelola pemerintahan berdasarkan aturan sistem republik, bukan kerajaan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi Jadi Salah Satu Kepala Daerah Paling Populer

Di sisi lain, Dedi Mulyadi memang dikenal sebagai salah satu kepala daerah paling aktif di media sosial. Konten-konten yang menampilkan aktivitasnya di lapangan kerap viral dan mendapat jutaan penonton.

Popularitas tersebut membuat nama Dedi tidak hanya dikenal masyarakat Jawa Barat, tetapi juga publik nasional.

Namun kritik yang muncul menunjukkan bahwa tingginya popularitas di media sosial tetap diiringi ekspektasi publik terhadap hasil kerja nyata pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Editor : Rizal Fadillah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network