Sektor ini juga diperkirakan menyumbang pendapatan negara hingga 36,97 triliun rupiah pada tahun 2024.
Selain dampak makro, digitalisasi terbukti mempercepat pertumbuhan UMKM, terutama di wilayah non-perkotaan. Survei menunjukkan adopsi layanan digital berkorelasi dengan kenaikan rata-rata omzet usaha hingga 32 persen.
Di sisi lain, pemerataan akses di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar juga semakin kuat, di mana sebagian besar infrastruktur program BAKTI didukung oleh kontribusi operator nasional. Hal ini memungkinkan masyarakat di pelosok mengakses layanan esensial seperti pendidikan dan kesehatan.
Ekosistem ini turut memberikan dampak berkelanjutan terhadap penyerapan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai lebih dari 685 ribu lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung. Meski demikian, Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, mengingatkan bahwa hasil kajian ini merupakan estimasi terukur yang harus dilihat secara proporsional.
Kajian ini fokus memotret peran konektivitas dalam pembangunan nasional tanpa bermaksud membandingkan antar-operator atau mengklaim seluruh perubahan ekonomi hanya bersumber dari satu entitas tunggal.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
