Sistem tersebut memungkinkan klub menyampaikan berbagai permintaan sebelum jadwal kompetisi ditetapkan.
“Semua penjadwalan yang kami lakukan pada tahun ini menggunakan sistem yang diadopsi dari kompetisi besar seperti Premier League, J.League, dan kompetisi besar lainnya,” ujar Ferry.
Proses penyusunan jadwal bahkan telah dilakukan sejak sekitar tiga bulan sebelum kompetisi dimulai.
Klub-klub peserta diberikan kesempatan menyampaikan kebutuhan mereka, termasuk permintaan terkait laga kandang, agenda klub hingga berbagai pertimbangan bisnis.
“Semua keinginan klub kami terima. Sudah sejak sekitar tiga bulan lalu klub-klub memasukkan berbagai permintaan,” katanya.
Permintaan Klub Tidak Otomatis Dipenuhi
Meski klub diberikan ruang untuk menyampaikan permintaan, Ferry menegaskan bahwa tidak semua permintaan dapat diwujudkan.
I.League tetap menggunakan skala prioritas dalam menentukan jadwal akhir. Artinya, setiap permintaan harus disesuaikan dengan kondisi kompetisi secara keseluruhan.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
