Bukan Perasaan! Bandung Terasa Lebih Gerah, BMKG Bongkar Penyebabnya

Susana
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pixabay)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Warga di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya belakangan mengeluhkan cuaca yang terasa lebih panas dan gerah dibandingkan biasanya.

Meski suhu udara tidak menunjukkan angka yang ekstrem, kondisi yang dirasakan tubuh masyarakat justru terasa lebih panas dan lembap. BMKG Stasiun Geofisika Bandung menjelaskan, fenomena tersebut dipengaruhi oleh kombinasi kondisi suhu, kelembapan, dan pertumbuhan awan di atmosfer.

Prakirawan BMKG Bandung, Edi Wibowo, mengatakan terdapat tiga faktor utama yang membuat udara di Bandung terasa lebih gerah, yakni suhu minimum yang relatif hangat, kelembapan udara tinggi, serta pertumbuhan awan konvektif lokal.

Suhu Minimum Bandung Mencapai 21-22 Derajat Celsius

Berdasarkan data BMKG, suhu udara minimum di Bandung berada di kisaran 21 hingga 22 derajat Celsius dalam dua hari terakhir.

Angka tersebut tergolong cukup hangat untuk suhu minimum. Kondisi ini kemudian diperkuat dengan tingkat kelembapan udara yang berada pada kisaran 55 hingga 80 persen.

Perpaduan suhu yang hangat dengan kelembapan tinggi membuat udara terasa lebih panas dan lembap. Dalam kondisi tersebut, proses penguapan keringat dari permukaan kulit menjadi lebih lambat karena udara sudah mengandung banyak uap air.

Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk melepaskan panas melalui penguapan keringat. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan sensasi gerah yang dirasakan masyarakat.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network