BPOM Bikin Gebrakan Baru, Perizinan Obat Kini Dipercepat Lewat Regulatory Assistant

Susana
BPOM menggandeng GP Farmasi melalui Regulatory Assistant dalam SIGMA 2026. Foto: Ist.

Percepat Akses Obat bagi Masyarakat

BPOM berharap program Regulatory Assistant tidak hanya berdampak terhadap industri farmasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Salah satu manfaat yang diharapkan adalah meningkatnya ketersediaan pasokan obat secara lebih merata di berbagai fasilitas kesehatan.

Selain itu, percepatan proses regulasi diharapkan dapat turut menjaga keterjangkauan harga obat sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Program ini juga ditujukan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap obat-obatan inovatif. Sebelumnya, sejumlah produk membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum dapat memperoleh izin dan beredar di Indonesia.

Di sisi lain, standardisasi yang dilakukan BPOM bersama pelaku industri farmasi diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk farmasi nasional.

Dengan kualitas produksi yang semakin baik dan memenuhi standar, produk farmasi Indonesia diharapkan mampu memperluas pasar hingga ke mancanegara.

Taruna juga mengapresiasi jajaran BPOM yang disebutnya terus berupaya menuntaskan pelayanan perizinan, termasuk dengan bekerja di luar jam kerja reguler.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network