Blak-Blakan! Pelatih FC Seoul Ungkap Alasan Turunkan Pemain Jebolan SMA Kontra Persib

Aga Gustiana
FC Seoul vs Persib. (Foto: AFC)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pertandingan antara klub raksasa Korea Selatan, FC Seoul, kontra wakil Indonesia Persib Bandung di panggung AFC Champions League (ACL) 2 meninggalkan cerita unik. Publik sempat dibuat heran dengan pernyataan juru taktik FC Seoul, Kim Ki Dong, yang menyinggung soal keberadaan para pemain SMA di dalam kancah sepak bola profesional.

Sontak, muncul tanda tanya di benak para pecinta sepak bola tanah air: benarkah skuad asuhan Bojan Hodak atau yang kala itu dihadapi Adam Alis dan kawan-kawan bertanding melawan anak-anak sekolahan?

Usut punya usut, langkah tidak biasa tersebut terpaksa diambil sang pelatih akibat jadwal kompetisi domestik Negeri Ginseng yang sangat padat jelang penghujung musim. Kelelahan fisik skuad utama membuat Ki Dong wajib memutar otak demi menjaga kebugaran timnya.

Akibat situasi tersebut, sang pelatih memutuskan untuk merotasi total susunan pemainnya dengan menurunkan barisan pelapis. Selepas laga usai, ia pun blak-blakan menyoroti performa para atlet muda binaan akademi yang baru mencicipi atmosfer level atas.

"Sejujurnya para pemain muda ini jarang berlatih bersama saya. Pemain-pemain dari tim muda harus jadi tulang punggung Seoul. Mereka adalah pemain-pemain terbaik di Osan High School. Tapi ini baru awal. Mereka harus berusaha di level profesional, dan kompetisi baru mulai," ungkap Kim Ki Dong saat sesi jumpa pers, seperti dikutip dari Nate.

Bedah Komposisi Skuad Lapis FC Seoul

Keputusan pelatih untuk bereksperimen terlihat nyata dari daftar susunan pemain sejak menit pertama. Dari kesebelasan utama yang diturunkan menghadapi Maung Bandung, dua nama tercatat masih berusia belasan tahun. Mereka adalah bek belia Shin Ji Seop (18 tahun) serta sang gelandang Ko Pil Gwan (19 tahun).

Kendati demikian, komposisi starting line-up saat itu tidak sepenuhnya diisi oleh anak-anak remaja. Sembilan pos tersisa justru diisi oleh para pemain senior yang telah melewati usia kepala dua, termasuk tiga pemain berumur di atas 30 tahun yang memang selama ini lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Sementara itu, deretan nama remaja lainnya disiapkan di bangku cadangan. Sebut saja Jung Ha Won, Jeong Beom Son, hingga Jeong Hyeon Woong yang baru diberi kesempatan menginjak rumput hijau pada paruh kedua pertandingan.

Selain mereka, ada pula tiga pemain di bawah usia 20 tahun yang turut dibawa namun sama sekali tidak diturunkan oleh sang peracik strategi.

Perubahan Taktik di Paruh Kedua

Melihat tensi pertandingan yang menuntut keseimbangan di lapangan, FC Seoul akhirnya memasukkan empat pilar utama mereka pada babak kedua. Keempat pemain yang dimasukkan untuk mengubah ritme permainan tersebut meliputi Yazan Al Arab, Moon Seon Min, Patryk Klimala, dan Beom Son.

Menariknya, nama terakhir yang disebut—meski baru menginjak usia 18 tahun—sudah lebih dulu mengamankan tempat reguler di skuad utama berkat kepercayaan penuh yang diberikan oleh Kim Ki Dong sepanjang musim ini.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network