Tuntutan ketiga berkaitan dengan pengelolaan anggaran negara. Massa mendesak penghentian pemborosan dan korupsi anggaran, serta meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG), TDM, dan proyek data negara dihentikan.
Mereka juga meminta anggaran kepolisian dan militer dipangkas untuk dialihkan ke pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama jaminan sosial, pendidikan, dan kesehatan.
Sementara itu, tuntutan keempat menyoroti diskriminasi oleh negara, kekerasan aparat, serta kriminalisasi terhadap masyarakat.
Anisa menyebut aksi tersebut melibatkan 16 aliansi dari berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa. Di antaranya warga Dago Elos, mahasiswa UPI, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta sejumlah simpul organisasi, termasuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
Setelah menyampaikan aspirasi di kawasan Simpang Lima, massa melanjutkan aksi dengan berjalan kaki menuju kawasan Asia Afrika, kemudian melewati sejumlah titik di pusat Kota Bandung.
Menurut Anisa, rangkaian kegiatan juga direncanakan diisi dengan pertunjukan teatrikal dan aksi budaya tradisional pada sore hari. Long march dijadwalkan berakhir di Jalan Braga Pendek.
Massa menargetkan aksi selesai pada sore hari dan peserta membubarkan diri agar arus lalu lintas di kawasan tersebut dapat kembali normal.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
