Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Operasikan PLTS 3,7 MWp, PT Pindo Deli Karawang Dorong Praktik Industri Berkelanjutan
Advertisement . Scroll to see content

WNA Thailand Jadi Korban Penipuan Proyek PLTS Fiktif, Uang Rp7,3 Miliar Raib

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:00 WIB
  • author Agus Warsudi
WNA Thailand Jadi Korban Penipuan Proyek PLTS Fiktif, Uang Rp7,3 Miliar Raib
Korban Wannipa Charoenputtakhun, WNA Thailand memberikan kesaksian dalam sidang di PN Bandung. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Warga Negara Asing (WNA) Thailand bernama Wannipa Charoenputtakhun (40) menjadi korban penipuan dan penggelapan modus proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) fiktif di Provinsi Bangka-Belitung (Babel). Akibatnya, uang korban USD 484,350 atau Rp7,3 miliar raib.

Kasus penipuan dan penggelapan ini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung dengan nomor perkara 590/Pid.B/2024/PN.Bdg. 

Terdakwa dalam kasus ini, Helmi Wisnu Wardana (39). Terdakwa Helmi mengiming-imingi korban untuk menanamkan modalnya di proyek PLT Surya di Bangka Belitung.

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edy dari Kejari Bandung menyatakan, korban Wannipa ditawari oleh terdakwa Helmi berinvestasi untuk mendirikan perusahaan PT TKC Inter Group. 

Korban dijadikan sebagai Direktur Utama dan Kemachard Opasnuwong (47) sebagai Komisaris proyek PLT Surya di Babel.

Korban pun tertarik dan mengirimkan uang sejumlah USD 484,350 atau Rp7,3 miliar ke rekening PT TKC Inter Group. Ternyata, oleh terdakwa Helmi, uang itu tidak digunakan untuk proyek PLT Surya, melainkan kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan itu, terdakwa Helmi didakwa melanggar Pasal 378 tentang Penipuan dan Pasal 372 tentang Penggelapan. 

Editor: Ude D Gunadi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut