Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jabar Bergerak Lawan Kejahatan Jalanan! Dedi Mulyadi Gandeng Polisi, Ojol, dan Warga Buru Begal
Advertisement . Scroll to see content

Wacana Vasektomi Syarat Bansos Picu Perdebatan, KDM Dinilai Kebablasan

Sabtu, 03 Mei 2025 | 17:01 WIB
  • author Aga Gustiana
Wacana Vasektomi Syarat Bansos Picu Perdebatan, KDM Dinilai Kebablasan
Ketua Umum Ikatan Alumni Pondok Pesantren Ibaadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi, Toto Izul Fatah. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungraya.id - Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengenai wacana vasektomi sebagai syarat penerima bantuan sosial (Bansos) menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Ia dinilai telah "kebablasan" dan tidak mempertimbangkan sensitivitas isu tersebut, terutama jika pernyataan itu benar-benar akan dijadikan kebijakan resmi pemerintah daerah.

Ketua Umum Ikatan Alumni Pondok Pesantren Ibaadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi, Toto Izul Fatah, menyampaikan kekecewaannya kepada pers di Jakarta, Jumat (2/5/2025).

"Saya dan sejumlah tokoh di Jawa Barat ikut menyesalkan pernyataan KDM yang kebablasan, ceroboh dan tidak dipikirkan secara matang soal vasektomi jadi syarat penerima Bansos," tegasnya.

Toto menilai, sebagai seorang pemimpin, Dedi Mulyadi seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan isu-isu sensitif dan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan MUI.

"KDM jangan hanyut, apalagi mabuk dengan momentum warga Jabar yang sedang 'demam KDM', sehingga bebas bicara sesuka hatinya. Berbagai blunder yang dilakukannya, sangat potensial mempercepat bulan madu KDM dengan warga Jabar," ujarnya.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut