get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemprov Jabar Hentikan Sementara Penyaluran Bansos, Imbas Temuan Dana Dipakai Judi Online

Penegak Hukum Diminta Perluas Fokus Penanganan Judol hingga Lembaga Keuangan

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 08:03 WIB
header img
Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus. (Foto:Istimewa)

Iskandar juga menyinggung temuan lama dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kelemahan sistemik dalam sektor keuangan nasional. Dari tahun 2015 hingga 2017, ditemukan ribuan rekening milik pemerintah daerah yang tidak aktif tapi masih menyimpan saldo besar. Temuan berikutnya pada periode 2018–2020 mencakup penggunaan identitas palsu dan transaksi mencurigakan yang tidak ditindaklanjuti.

Ketidaksempurnaan sistem terus berlanjut. Pada tahun 2021 hingga 2022, pembukaan rekening digital hanya mengandalkan swafoto tanpa verifikasi yang memadai. Pengawasan terhadap sistem BI-FAST dan QRIS juga dinilai masih lemah. Selanjutnya, dalam kurun 2023–2024, ditemukan 2.115 rekening milik instansi pemerintah dalam kondisi dormant dengan total dana mencapai Rp500 miliar. Selain itu, tercatat 15 kasus “fraud by omission” yang melibatkan pegawai bank.

“Temuan audit ini adalah bukti bahwa pagar keuangan kita bolong dari dalam. Ini bisa jadi pintu masuk bagi Polisi, tidak sulit karena sudah ada bukti audit bukan?” ujarnya.

Iskandar mempertanyakan alasan belum ada bank yang dijerat hukum, padahal mereka turut berperan dalam pembukaan rekening untuk judi online. Ia menduga penyebabnya adalah lemahnya koordinasi antar-lembaga pengawas, keterbatasan kewenangan OJK dan PPATK, serta fokus kepolisian yang masih tertuju pada pelaku langsung di lapangan. Ia juga menilai bahwa proses pembuktian unsur pidana dalam kelalaian institusi keuangan masih dianggap sulit, karena kerap dikategorikan sebagai kesalahan administratif.

Menurutnya, persepsi bahwa lembaga perbankan merupakan tulang punggung perekonomian nasional turut menjadi hambatan psikologis dalam penegakan hukum. Ditambah lagi, belum adanya yurisprudensi mengenai keterlibatan bank dalam kasus judi daring semakin memperkuat keengganan aparat.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut