get app
inews
Aa Text
Read Next : Menteri P2MI Klarifikasi Soal Viral Foto Main Domino dengan Orang Berkasus Pembalakan Liar

Gebrakan Menteri Mukhtarudin, Konsolidasi Besar Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Sabtu, 29 November 2025 | 13:15 WIB
header img
Dr Deden Nasihin MKP, pemerhati kebijakan publik. (FOTO: ISTIMEWA)

Satu hal yang kerap disebut dalam analisis media adalah gaya komunikasi Mukhtarudin yang efisien. Ia bukan menteri dengan gaya populis yang penuh retorika. 

Ia lebih sering terlihat bekerja di balik meja koordinasi, ruang mediasi, atau lapangan inspeksi. Pola ini mencerminkan apa yang disebut sejumlah peneliti kebijakan sebagai administrative gesture, yaitu gaya kepemimpinan administratif yang memperkuat kepercayaan publik melalui konsistensi kerja. 

Dalam konteks ini, media menempatkan Mukhtarudin sebagai salah satu figur teknokratis yang menggerakkan agenda besar tanpa gembar-gembor politik berlebihan. Namun demikian sebuah reformasi yang kuat tentu memerlukan lebih dari sekadar figur. Ia juga membutuhkan keberlanjutan. 

Jika dukungan politik Presiden Prabowo Subianto tetap konsisten dan kementerian mampu menjaga ritme kerja seperti dalam beberapa bulan terakhir, apa yang kini terlihat sebagai konsolidasi awal dapat menjadi fondasi kebijakan jangka panjang. 

Isu pekerja migran bukanlah isu yang dapat diselesaikan dalam satu periode pemerintahan, tetapi ia dapat diarahkan menjadi sistem yang tahan risiko dan adaptif terhadap perubahan global.

Dalam konteks ekonomi politik global, langkah Indonesia memperkuat perlindungan migran juga dapat dibaca sebagai bagian dari reposisi negara dalam rantai tenaga kerja internasional. Indonesia selama ini merupakan pemasok tenaga kerja besar, tetapi perlindungan mereka kerap tertinggal. 

Kenyataan ini membuat kita membutuhkan perubahan kebijakan dan diplomasi yang lebih tegas, sehingga Indonesia dapat meningkatkan daya tawarnya dalam kontrak kerja internasional.

Hal ini makin menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang menghargai martabat kemanusiaan sejati. 

Artinya perlindungan migran menjadi bagian dari kontrak sosial baru antara negara dan warga negara, di mana negara tidak lagi hanya hadir saat terjadi tragedi, tetapi sejak awal dalam proses migrasi (Indrawati & Lestari, 2023). 

Pandangan ini memberi konteks penting untuk membaca langkah-langkah Mukhtarudin. Ia tidak bergerak sebagai pemadam kebakaran, melainkan sebagai arsitek sistemik yang mencoba memperbaiki bangunan dari fondasinya. 

Di mana pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya kebijakan, tetapi kepercayaan. Bahwa negara hadir dan bahwa migrasi aman itu mungkin, bahwa pekerja migran bukan angka statistik, melainkan manusia yang hidup dengan mimpi dan risiko. 

Media tampak mulai menangkap perubahan atmosfer ini. Kini judul-judul berita tentang pekerja migran tanah air tidak lagi semuram sebelumnya. Ada kabar tentang penyelamatan yang lebih cepat, diplomasi yang lebih efektif, dan penertiban jalur ilegal yang lebih tegas.

Editor : Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut