Posyandu Lebih Modern, Masyarakat Plered Juga Belajar Kelola Keuangan
Apresiasi datang dari Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Plered, Hj. Siti Masitoh. Menurutnya, banyak alat posyandu memang sudah harus diganti.
“Bantuan ini sangat berguna bagi masyarakat. Mudah-mudahan ke depan masih ada program CSR yang berkelanjutan,” kata Hj. Siti Masitoh.
Kader posyandu seperti Ai Nuraeni dari Desa Gandasoli merasa sangat terbantu. Ia bercerita, tidak semua posyandu memiliki perlengkapan lengkap, sehingga pelayanan sering terkendala.
“Semoga dengan bantuan ini pelayanan semakin optimal dan bisa membantu menurunkan angka stunting di Plered,” ungkap Ai penuh harap.
Supervisor MBK Ventura Purwakarta, Annisa, menambahkan bahwa MBK Ventura memiliki lima cabang di wilayah Purwakarta: Wanayasa, Purwamekar, Plered, Sukatani, dan Darangdan. Seluruh produk pembiayaan telah terdaftar dan diawasi OJK.
Meski persyaratan pembiayaan ketat, hal ini dilakukan untuk melindungi nasabah dari risiko pinjaman berlebih. Sistem pembiayaan berbasis kelompok tanpa jaminan ini menekankan prinsip gotong royong dan saling percaya.
“Kami melakukan pengecekan data lebih dulu agar pembiayaan benar-benar membantu usaha, bukan malah menjerat nasabah,” jelas Annisa. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari modal kerja, pembiayaan air dan sanitasi, hingga perbaikan tempat usaha bagi pelaku UMKM.
Menjelang akhir kegiatan, para kader posyandu pulang membawa alat kesehatan baru dengan wajah sumringah. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar barang, tapi harapan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Di Plered hari itu, literasi keuangan bertemu kepedulian sosial. Dari ruang sederhana Balai Desa Cibogogirang, langkah kecil menuju masyarakat sehat dan melek finansial mulai diwujudkan bersama.
Editor : Agung Bakti Sarasa