Kasus DJBC Seret Pejabat, Sistem Kontrol Internal Dipertanyakan
“Apakah itu pertanda bahwa sistem deteksi dan penindakan kita masih lemah? Ataukah itu pertanda bahwa ada ‘kekuatan’ yang membuat kasus-kasus seperti ini selalu mandek?” katanya.
Ia juga menyoroti kemiripan pola antara kasus lama dan perkara terbaru. Sejumlah pihak yang kini terlibat disebut pernah masuk radar penegak hukum sebelumnya.
“Pertanyaannya: apakah ini kebetulan? Ataukah ini pola?” ujarnya.
Dalam perspektif hukum administrasi negara, ia menjelaskan promosi jabatan semestinya mempertimbangkan rekam jejak integritas sesuai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014. Jika pejabat dengan catatan tertentu tetap diangkat, maka yang perlu diuji adalah keputusan administrasi yang meloloskannya.
“Jika sistem mengetahui risiko, tetapi tetap mengangkat atau mempertahankan pejabat, maka yang gagal bukan individu, melainkan mekanisme tata kelola negara itu sendiri!” tegasnya.
Editor : Abdul Basir