Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dana Rp190 Miliar Cair ke Terpidana, Polemik Tol Cisumdawu Kian Memanas
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Dana Tol Cisumdawu Rp190 Miliar Diduga Cair Tak Sesuai Prosedur, KPK Diminta Turun Tangan

Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:03 WIB
  • author Susana
Heboh Dana Tol Cisumdawu Rp190 Miliar Diduga Cair Tak Sesuai Prosedur, KPK Diminta Turun Tangan
Kuasa hukum Rony Riswara desak KPK usut pencairan dana konsinyasi Tol Cisumdawu Rp190 miliar di PN Sumedang. Foto: Ist.

Kasus Berkaitan dengan Perkara Korupsi Tol Cisumdawu

Kasus ini masih berkaitan dengan perkara korupsi pembebasan lahan Tol Cisumdawu yang sebelumnya ditangani Kejaksaan Negeri Sumedang dan menyeret nama Dadan Setiadi Megantara.

Dalam perkara sebelumnya, Dadan telah divonis 4,8 tahun penjara atas kasus tersebut.

Kejaksaan Negeri Sumedang sebelumnya menangani proses penyidikan kasus ini sebelum masuk ke pengadilan.

Desak KPK, MA, dan KY Turun Tangan

Atas dugaan kejanggalan pencairan dana tersebut, pihak kuasa hukum meminta KPK melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap PN Sumedang.

Selain itu, mereka juga meminta Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial melakukan evaluasi internal serta menjatuhkan sanksi jika ditemukan pelanggaran prosedur.

Komisi Yudisial Republik Indonesia turut didorong untuk ikut mengawasi integritas lembaga peradilan.

“Kami menduga ada praktik yang tidak wajar. KPK harus memeriksa agar semuanya transparan,” tegas Jandri.

Laporan ke Bareskrim Polri

Selain persoalan dana konsinyasi, pihak Rony Riswara juga telah melaporkan Dadan Setiadi Megantara ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut terkait dugaan pemalsuan dokumen berupa dua sertifikat HGB dan tujuh Letter C.

Kuasa hukum berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut hingga tuntas.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut