Ribuan Bisnis Kuliner Se-Asia Tenggara Tumbang, Bandung Justru Jadi Titik Balik Kebangkitan F&B 2026
ESB juga mendorong para pengusaha kuliner Bandung untuk menjadikan kekayaan bahan baku lokal Jawa Barat sebagai keunggulan kompetitif. Di saat harga bahan baku impor bergejolak, komoditas lokal seperti rempah, sayuran dataran tinggi Lembang, serta produk olahan susu Bandung justru lebih tahan terhadap fluktuasi rantai pasok global.
“Kami ingin pelaku usaha kuliner di Bandung tidak hanya viral, tetapi juga tangguh. Dengan memadukan kreativitas menu berbasis bahan lokal dan manajemen berbasis data dari sistem ESB, bisnis akan jauh lebih adaptif menghadapi berbagai guncangan ekonomi,” ungkap Gunawan.
Dampak nyata dari adopsi ekosistem ESB telah dirasakan langsung oleh beberapa brand kuliner Bandung yang menjadi bagian dari 30.000+ merchant aktif ESB.
“Sejak menggunakan sistem ERP terintegrasi dan aplikasi kasir dari ESB, kebocoran finansial dan pemborosan stok di outlet kami berkurang drastis. Kami jadi punya kendali penuh atas bisnis, bahkan saat harga pasar sedang tidak menentu,” terang Arnold Dharmma, Founder Jabarano Coffee.
Sementara itu, Didit Helditia & Meizal Rossi, Founder Kopi Moyan, menyatakan bahwa Kopi Moyan dibuat untuk ‘merayakan pagi’, khususnya bagi para morning person dengan beragam rutinitas, mulai dari mereka yang aktif berolahraga, hingga orang tua yang mampir setelah mengantar anak ke sekolah.
Editor: Abdul Basir