Dunia Makin Rentan Penyakit Baru, Masihkah Ragu pada Vaksin?
Di sinilah pentingnya mengubah paradigma dari “mengobati penyakit” menjadi “mencegah penyakit”. Vaksinasi menawarkan pendekatan preventif yang lebih berkelanjutan. Dibandingkan harus mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan, perawatan rumah sakit, kehilangan produktivitas kerja, hingga kematian dini, investasi pada program imunisasi jauh lebih menguntungkan baik bagi individu maupun negara.
Kesenjangan besar masih banyak dihadapi dalam Upaya pengembangan vaksin. Hingga saat ini, vaksin yang efektif baru tersedia untuk sebagian kecil penyakit infeksi yang dikenal. Banyak penyakit tropis yang masih menjadi masalah utama di negara berkembang belum memiliki vaksin yang memadai. Padahal, beban penyakit terbesar justru sering kali dialami oleh masyarakat di negara berpendapatan rendah dan menengah.
Perkembangan ilmu imunologi modern menunjukkan bahwa vaksin tidak hanya berpotensi digunakan untuk mencegah penyakit infeksi. Saat ini, para ilmuwan sedang mengembangkan berbagai jenis vaksin terapeutik untuk membantu mengendalikan penyakit tidak menular.
Beberapa penelitian telah mengembangkan vaksin untuk terapi kanker dengan tujuan merangsang sistem imun agar mengenali dan menghancurkan sel kanker. Selain itu, penelitian juga berkembang pada vaksin untuk membantu penghentian kebiasaan merokok, mengatasi ketergantungan narkotika, mengendalikan diabetes melitus tipe 2, bahkan penyakit neurologis seperti stroke dan epilepsi.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa vaksinasi tidak lagi dapat dipandang sebagai program kesehatan anak semata. Di masa depan, vaksin berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam pengendalian berbagai penyakit kronis yang selama ini membebani sistem kesehatan nasional.
Editor : Rizal Fadillah