get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua FKJP Sebut Kondisi Industri di KBB Masih Belum Bangkit Usai Covid-19

Dunia Makin Rentan Penyakit Baru, Masihkah Ragu pada Vaksin?

Senin, 22 Juni 2026 | 10:12 WIB
header img
Nysa Ro Aina Zulfa. Foto: Ist.

Indonesia sendiri menghadapi tantangan yang tidak ringan. Di satu sisi, pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak. Di sisi lain, masih ditemukan keraguan masyarakat terhadap vaksin akibat misinformasi yang menyebar melalui media sosial. Berbagai hoaks mengenai keamanan vaksin sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan informasi ilmiah yang valid.

Fenomena ini perlu menjadi perhatian serius. Keberhasilan program vaksinasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan vaksin, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan harus menjadi bagian integral dari kebijakan imunisasi nasional. Tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat, dan media massa memiliki tanggung jawab bersama untuk menyampaikan informasi berbasis bukti secara konsisten dan mudah dipahami.

Selain aspek sosial, tantangan lain adalah pengembangan teknologi vaksin yang lebih efektif dan terjangkau. Saat ini, berbagai inovasi sedang dikembangkan, mulai dari vaksin berbasis protein rekombinan, nanopartikel, liposom, hingga penggunaan mikroorganisme tertentu sebagai pembawa (carrier) antigen. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas perlindungan sekaligus menurunkan biaya produksi sehingga vaksin dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, investasi pada riset dan produksi vaksin domestik memiliki nilai strategis yang sangat besar. Pengalaman pandemi menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap impor vaksin dapat menjadi hambatan ketika terjadi krisis kesehatan global. Kemandirian produksi vaksin bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga bagian dari ketahanan nasional.

Vaksinasi harus dipandang sebagai investasi pembangunan. Anak-anak yang terlindungi dari penyakit akan memiliki peluang tumbuh kembang yang lebih baik. Angka absensi sekolah dapat ditekan. Produktivitas tenaga kerja meningkat. Beban pembiayaan kesehatan berkurang. Pada akhirnya, manfaat ekonomi yang dihasilkan jauh melampaui biaya yang dikeluarkan untuk program imunisasi.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut