Pemadaman Listrik Berulang Dinilai Jadi Ujian Nyata Klaim Surplus Daya PLN
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Rangkaian pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai kondisi sebenarnya sistem ketenagalistrikan nasional. Di tengah klaim pemerintah dan PT PLN (Persero) mengenai surplus daya listrik yang selama ini digaungkan, masyarakat justru masih menghadapi gangguan pasokan listrik yang berulang.
Fenomena ini menjadi sorotan Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus. Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi di Sumatera hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa tidak bisa semata-mata dipandang sebagai persoalan teknis.
Ia menilai peristiwa tersebut justru menjadi ujian nyata terhadap narasi surplus listrik yang selama bertahun-tahun disampaikan kepada publik.
"Kalau listrik Indonesia surplus, kenapa lampu masih mati?" ujar Iskandar dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Surplus Listrik, Tapi Pemadaman Masih Terjadi
Selama ini masyarakat terus menerima informasi bahwa Indonesia memiliki cadangan listrik yang melimpah. Pemerintah bersama PLN telah membangun berbagai pembangkit baru dengan investasi mencapai triliunan rupiah.
Tak hanya itu, kontrak pembelian listrik dari perusahaan swasta atau Independent Power Producer (IPP) juga terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.
Khusus di sistem Jawa-Bali, pemerintah dan PLN kerap menyebut tingkat cadangan listrik berada pada level yang cukup tinggi. Namun fakta di lapangan menunjukkan masyarakat masih mengalami pemadaman ketika sistem menghadapi gangguan.
Menurut Iskandar, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai tingkat ketahanan sistem kelistrikan nasional.
"Namun ketika gangguan terjadi, baik di Sumatera maupun di Jawa, masyarakat tetap mengalami hal yang sama, yakni listrik padam," katanya.
Editor : Rizal Fadillah