get app
inews
Aa Text
Read Next : 2 Begal di Astanaanyar Bandung Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

Taufik Hidayat Terancam Hukuman Belasan Tahun Penjara, Langgar 4 Pasal KUHP

Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:56 WIB
header img
Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap YTR. Dia terancam hukuman belasan tahun penjara. (FOTO: Humas Polda Jabar)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Taufik Hidayat alias Ipey (30), tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap korban YTR (29) melanggar pasal berlapis. Dia terancam hukuman belasan tahun penjara.

Selain Pasal 466 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, Taufik Hidayat juga melanggar Pasal 451 KUHP tentang penyanderaan atau penyekapan.

Pasal ini ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara. Kemudian, Polda Jabar juga menjerat pelaku dengan Pasal 446 ayat 2 KUHP tentang perampasan kemerdekaan. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

"Kami juncto-kan dengan Pasal 126 ayat 2 KUHP, yaitu, penganiayaan hingga mengakibatkan korban luka berat. Ancamannya juga 9 tahun penjara," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6/2026). 

Irjen Rudi mengungkapkan, perbuatan tersangka terhadap korban YTR sangat keji. Kekejian itu berlangsung selama tiga tahun. Pelaku menganiaya korban dengan tangan kosong, potongan besi, helm, dan senjata tajam.

Akibatnya, korban YTR mengalami luka sangat parah. Bahkan kedua mata korban tidak dapat melihat. Bibir atas hilang dan sejumlah gigi korban terlepas. 

Pelaku juga menyundut badan korban dengan api rokok dan korek api berbentuk pistol. Kekerasan itu dilakukan berulang-ulang terhadap korban.

Bukan hanya itu, pelaku menyekap dengan cara mengunci korban di dalam kamar. Pelaku meninggalkan korban dalam kondisi tidak berdaya. "Perbuatan tersangka sangat keji. Di luar batas kemanusiaan," ujar Irjen Rudi. 

Berdasarkan hasil penyidikan, tutur Kapolda, motif tersangka melakukan perbuatan biadab itu karena kesal dan cemburu. Selain itu, pelaku kerap mengonsumsi minuman keras (miras).

"Tersangka Taufik Hidayat memiliki sifat tempramental. Menurut keluarganya, karakter tersangka seperti itu, tempramental," tutur Kapolda. 

Menurut keluarganya, kata Irjen Rudi, jika tidak mendapatkan sesuai keinginan, tersangka akan melakukan kekerasan. 

"Ayahnya pernah jadi korban. Pelaku hendak makan tapi tidak ada lauk. Tersangka marah lalu mendatangi ayahnya di sawah. Kemudian, pelaku menganiaya ayahnya dengan balok," ucap Irjen Rudi.

Tersangka Taufik Hidayat, ujar Kapolda, mengaku mengalami tekanan dari pekerjaannya sebagai debt collector. 

Akibatnya, tersangka melampiaskan kekesalan itu ke korban YTR dengan melakukan kekerasan dan penganiayaan.

"Ada kebiasaan mengkonsumsi alkohol. Tersangka juga memiliki ras cemburu yang besar," ujar Kapolda.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut