Direktorat Ressiber Polda Jabar Bongkar Komplotan Penipuan Online Modus Jual Mobil Murah
Sementara itu, Kasubdit III Direktorat Ressiber Polda Jabar AKBP Ambarita mengatakan, para pelaku membagi peran dalam melakukan penipuan.
Ada yang berperan mengunggah informasi penjualan mobil di semua platform medsos untuk menjerat korban, mengaku sebagai anggota TNI, dan pekerja di jasa pengiriman kargo.
"Si pelaku ini juga tak sungkan video call dengan korban. Saat video call, ada yang menyamar jadi anggota TNI. Ada juga yang menyamar selaku petugas jasa pengirimannya," kata Kasubdit III.
AKBP Ambarita menjelaskan, untuk berkoordinasi dan mengatur strategi penipuan, para pelaku memiliki grup WhatsApp bernama 'Pancasona Family'.
"Para pelaku juga mempunyai tempat untuk berkumpul di pelosok Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, berupa pemondokan," ujar AKBP Ambarita.
Terkait pembagian keuntungan, tutur Kasubdit III, para pelaku membaginya dalam tiga kategori. Yakni kategori tim murid, pemandu, dan leader.
Tim leader merujuk pada pelaku berinisial UR dan MA yang merupakan suami istri dengan porsi keuntungan 50 persen.
"Ketika ada penambahan uang dari korban, tim keuangan me-report ke dalam grup WhatsApp," tutur Kasubdit III.
Wadirressiber Polda Jabar AKBP Mujianto mengatakan, para pelaku sudah mulai melakukan aksi penipuan sejak akhir 2024.
Saat ini, kata Wadirressiber, polisi masih melakukan penelusuran untuk mengungkap ada atau tidaknya korban lain dari aksi penipuan tersebut.
Selain itu, memburu pelaku utama atau otak kejahatan berinisial UR yang berhasil melarikan diri.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa puluhan ponsel, laptop, dua unit mobil, pakaian TNI palsu, hingga senjata mainan.
Editor : Abdul Basir