Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Edelweiss Hospital Jemput Bola Hadirkan Layanan Kesehatan Bagi Warga Bandung
Advertisement . Scroll to see content

Kebanyakan Baca Berita Negatif Bisa Bikin Stres, Waspada Bahaya Doomscrolling!

Senin, 21 September 2026 | 11:43 WIB
  • author Susana
Kebanyakan Baca Berita Negatif Bisa Bikin Stres, Waspada Bahaya Doomscrolling!
Direktur Astacita Strategic Consultant, Abizar Machmud. Foto: Ist.

Karena itu, persoalan yang perlu diperhatikan bukan sekadar apakah seseorang membaca berita negatif, tetapi bagaimana frekuensi, durasi, dan pola seseorang mengonsumsi informasi tersebut.

Ketika Perbedaan Pendapat Dianggap Tidak Peduli

Selain persoalan doomscrolling, Abizar juga menyoroti fenomena lain yang berkembang di media sosial, yakni kecenderungan memberikan label "tone deaf" atau dianggap tidak memiliki empati kepada orang yang memilih tidak ikut dalam arus kemarahan publik.

Menurut Abizar, perbedaan respons terhadap sebuah persoalan sosial tidak semestinya langsung dimaknai sebagai bentuk ketidakpedulian.

Ia menilai setiap orang memiliki cara berbeda dalam merespons informasi, termasuk ketika menghadapi isu yang memicu emosi.

"Masyarakat perlu meluruskan pemahaman ini. Berbeda pendapat atau memilih menjaga jarak dari kebiasaan doomscrolling demi menjaga kesehatan mental bukan berarti seseorang tidak peduli. Memaksa semua orang untuk memiliki sudut pandang dan tingkat kemarahan yang sama adalah narasi yang salah dalam berbangsa," tegasnya.

Abizar menilai keberagaman perspektif justru menjadi bagian penting dalam membangun ruang publik yang sehat.

Dalam konteks media sosial, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang sulit dihindari. Tantangannya adalah bagaimana perbedaan tersebut tidak berubah menjadi tekanan sosial yang membuat seseorang merasa harus mengikuti emosi mayoritas.

Digital Hygiene Jadi Penting di Era Media Sosial

Derasnya arus informasi membuat masyarakat kini memiliki akses terhadap berita hampir tanpa batas waktu.

Notifikasi datang silih berganti. Satu isu belum selesai dibahas, isu lainnya sudah muncul. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang terus berpindah dari satu informasi ke informasi lain tanpa memberikan jeda bagi dirinya sendiri.

Abizar melalui Astacita Strategic Consultant mengimbau masyarakat mulai menerapkan digital hygiene, yakni kebiasaan mengatur penggunaan perangkat dan informasi digital agar lebih sehat dan terkontrol.

Ada tiga langkah yang ditekankan.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut