Bukan dari APBN, Ternyata dari Sini Asal Usul BPKH Salurkan Rp270 Miliar Per Tahun untuk Umat
3 Pilar Utama Penyaluran Dana Kemaslahatan
Ada beberapa skema pemberdayaan masyarakat yang disokong oleh imbal hasil dana tersebut, di antaranya:
1. Pemberdayaan Marbot Melalui Merbot Mart
BPKH menginisiasi program ekonomi kreatif dengan memanfaatkan peti kemas bekas menjadi tempat usaha komersial bagi para pengurus masjid. Skema ini telah diimplementasikan di wilayah Bogor serta kota lainnya.
"Kami membangun program Merbot Mart. Jadi, marbot masjid bisa membangun toko dari bekas kontainer. Program itu ada di Bogor dan beberapa daerah lainnya," ungkapnya.
2. Kemitraan Peternak Lokal dan Dana Bergulir
Di sektor peternakan, BPKH menjalankan program penggemukan (feedlot) sapi dan kambing. Hewan ternak hasil olahan UMKM ini diserap kembali untuk disalurkan sebagai bantuan kurban saat Idul Adha. BPKH juga menyediakan revolving fund walau nominalnya disesuaikan dengan pengajuan dari 38 provinsi.
"Ada juga program feedlot atau penggemukan sapi kurban dan hewan kurban. Kami juga menyalurkan sedekah kurban setiap Idul Adha. Sebagian sapi dan kambingnya berasal dari hasil penggemukan UMKM," jelas Indra.
"Ada juga dana lainnya terkait berbagai program, termasuk revolving fund atau dana bergulir untuk UMKM. Namun, jumlahnya tidak besar karena dana Rp270 miliar tersebut dibagi untuk 38 provinsi yang mengajukan proposal," katanya.
3. Rehabilitasi Pasbabencana (Kampung Haji)
Respons terhadap musibah alam diwujudkan lewat pembangunan pemukiman kembali serta pemulihan fasilitas publik, seperti proyek Kampung Haji yang digarap di Palu dan Sukabumi Pasca-gempa serta longsor.
"Kami membangun rumah-rumah dan kembali membangun infrastruktur kampung atau desa yang terdampak bencana," tuturnya.
Editor: Agung Bakti Sarasa