Meskipun Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut faktor geologi alamiah sebagai pemicu dominan longsor Cisarua, Dedi Mulyadi tetap melihat penghutanan kembali sebagai solusi tunggal yang tidak bisa ditawar.
Ia menilai, selama manusia masih berdebat tentang teori, alam akan terus bergerak dengan hukumnya sendiri.
“Sejak dulu, silang opini tidak pernah menghasilkan apa-apa selain perdebatan dan tentu saja, alam tidak pernah mau berdebat,” tandasnya.
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM telah menyelesaikan identifikasi awal terkait bencana tanah longsor yang melanda kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi Kementerian ESDM, Anjar Heri Waseso mengungkapkan bahwa bencana ini bukan sekadar longsoran biasa, melainkan masuk dalam kategori aliran bahan rombakan (debris flow).
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, Anjar menjelaskan ada tiga faktor utama yang memicu besarnya skala kerusakan di lokasi tersebut.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
