Hal ini menciptakan daya kikis yang sangat kuat, membawa material tanah dan batuan meluncur mengikuti jalur sungai yang ada hingga ke area pemukiman di lahan yang lebih landai.
“Sehingga menciptakan suatu erosional yang sangat kuat pada saat sampai di titik landai, kemudian dia akan menyambar seperti mengikuti jalur sungai yang sudah ada,” imbuhnya.
Menanggapi spekulasi mengenai alih fungsi lahan sebagai penyebab utama, Anjar tidak menampik hal tersebut memberikan pengaruh. Namun, ia menekankan bahwa faktor geologi alamiah tetap menjadi pemicu dominan.
"Faktor alih fungsi memang berpengaruh, tapi kita lihat sumbernya memang di morfologi yang sangat curam dan tanah yang gembur. Karena butiran tanahnya kecil, ia bisa mengalir sangat jauh," ucapnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
