BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Keluarga Besar Paguyuban Pasundan menggelar silaturahmi bakda Idul Fitri di kantor Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera 41, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).
Acara dihadiri oleh lebih dari 1.000 anggota Pasguyuban Pasundan dari berbagai daerah. Pengurus Paguyuban Pasundan Dewan Pangaping, Pengurus Wilayah dan Cabang.
Pimpinan Lembaga pendidikan Pasundan, Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) dan Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM), Rektorat dan Civitas Akademika Universitas Pasundan.
Ketua STIE Psundan dan civitas akademika STIE, Ketua STKIP Pasundan beserta civitas akademika STKIP, Serta Ketua STH Pasundan dan civitas akademika STH, serta guru dan dosen di lingkungan sekolah dan kampus di Pasundan.
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof M Didi Tumudzi menyampaikan penghormatan kepada Ketua Dewan Pangaping dan anggota. Antara lain, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin; Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan, Habib Syarief Muhammad Alaydrus; Mayjen TNI (Purn) Deni K Irawan; dan ustaz Dr Aam Amirudin MSi.
Hadir pula perwakilan YPT Pasundan, pimpinan perguruan tinggi, YPDM, direktur Rumah Sakit Pasundan, GM KSPPS Pasundan, kepala sekolah, dosen, guru, dan tenaga kependidikan.
Prof Didi menegaskan pentingnya puasa Ramadhan sebagai bekal meningkatkan ketaatan, ilmu, dan karakter pejuang -pemberani dan pantang menyerah- yang berdampak pada semangat meraih kemuliaan umat.
"Puasa sejatinya menjadi bekal untuk melahirkan hamba Allah yang memiliki ilmu yang tinggi, membentuk karakter pejuang, pemberani, petarung dan pantang menyerah," kata Prof Didi.
Ramadhan juga, ujar Prof Didi, semestinya memberikan efek luar biasa kepada seorang muslim dan umat Islam secara keseluruhan.
"Yaitu, berupa kemauan untuk meraih kembali kemuliaan Islam dan Ummatnya," ujarnya.
Dia meminta anggota Paguyuban Pasundan tolong menolong, saling membantu, dan jangan terpengaruh oleh upaya adu domba antara Sunni dengan Syiah.
"Kita doakan semoga bangsa Palestina dan bangsa Persia (Iran) selamat dari ujian yang sangat berat ini," tutur Prof Didi.
Lebih lanjut dia meminta para pimpinan di lingkungan Paguyuban Pasundan jangan menjadi pimpinan yang menyesatkan, karena akan membahayakan kelangsungan dan eksistensi Paguyuban Pasundan.
"Celup anak-anak, para mahasiswa dengan celupan ke-Islaman yang kuat dan budaya lokal," ucapnya.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
