Ada 'Lubang Gelap' di Bea Cukai: Mengapa Sistem Pengawasannya Selalu Jebol di Titik yang Sama?

Aga Gustiana
Bea Cukai. Foto: Ist.

Rekomendasi: Jangan Hanya Ganti Orangnya

Sebagai solusi, IAW mendesak KPK dan BPK untuk melakukan audit investigatif yang lebih luas, menyasar hingga ke jaringan penikmat keuntungan, bukan sekadar pelaksana lapangan. Jika Kementerian Keuangan hanya melakukan bongkar pasang personel tanpa memperbaiki manajemen risiko, sejarah kelam ini dipastikan akan terulang.

“Jangan hanya bertanya siapa pelakunya, tapi bertanyalah kenapa sistemnya bisa jebol,” pesan Iskandar.

Iskandar menutup dengan peringatan keras bahwa reformasi birokrasi di Bea Cukai sedang dipertaruhkan. Tanpa perbaikan sistem promosi dan pengawasan yang independen, publik hanya akan menunggu "Rizal-Rizal" baru di masa depan.

“Pertanyaan besarnya bukan siapa yang bersalah. Tapi setelah ini, apakah akan lahir kasus serupa? Jika sistem tidak berubah, jawabannya: ya,” pungkasnya.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network