Dua Akar Masalah: Perencanaan dan Teknologi
Saat ditanya mengenai inti dari benang kusut SPMB tahun ini, Prof. Cecep menjabarkan bahwa ada dua kelemahan utama yang berjalan beriringan yakni perencanaan yang buruk dan teknologi yang belum siap.
"Ini dua-duanya. Perencanaan terlalu keburu-buru dan teknologinya bermasalah. Harusnya diuji coba dulu, diukur kemampuannya. Kali ini sangat tergesa-gesa, akibatnya ya begini," tegasnya.
Rekomendasi untuk Pemprov dan Disdik Jabar
Guna mencegah persoalan serupa terulang kembali, Prof. Cecep memberikan sejumlah rekomendasi konkret untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.
Pertama, sebelum diterapkan, lakukan kajian bertahap dan libatkan seluruh stakeholder, mulai dari kampus, pengamat, komite sekolah, hingga orang tua murid untuk meminta masukan.
Kedua, jika konsep Sekolah Maung belum siap sepenuhnya, jangan dipaksakan serentak. Terapkan uji coba terlebih dahulu di beberapa sekolah sebagai percontohan.
"Tenang saja, mau buru-buru apa?" selorohnya.
Ketiga, pastikan sistem IT diuji coba dan diukur kekuatannya. Jika masih ditemukan bug atau potensi masalah, jangan dipaksakan berjalan.
“Perbaiki dulu hingga sempurna, baru dijalankan,” ujarnya.
Keempat, buka seluruh proses seleksi setinggi-mungkin kepada publik untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
"Kesimpulannya, niat yang sudah baik harus diikuti dengan perencanaan yang baik dan pelibatan publik yang masif. Pastikan sistemnya siap, lalu buka transparansi dan akuntabilitas setinggi mungkin," tandasnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
