Bukan Perasaan! Bandung Terasa Lebih Gerah, BMKG Bongkar Penyebabnya

Susana
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pixabay)

Mengapa Suhu Bandung Terasa Lebih Panas?

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan indeks panas atau heat index.

Heat index merupakan ukuran yang menggambarkan bagaimana suhu udara dirasakan oleh tubuh setelah memperhitungkan faktor kelembapan.

Artinya, angka yang terlihat pada termometer tidak selalu sama dengan suhu yang dirasakan tubuh.

“Suhu yang dirasakan tubuh dapat terasa lebih tinggi dibandingkan suhu yang tercatat pada termometer,” ungkap pihak BMKG.

Karena itu, meskipun suhu udara Bandung tidak berada pada level ekstrem, kelembapan yang tinggi dapat membuat tubuh merasakan kondisi yang jauh lebih panas dan tidak nyaman.

Awan Konvektif Juga Pengaruhi Cuaca Bandung

Selain suhu dan kelembapan, pertumbuhan awan konvektif lokal di wilayah Jawa Barat juga turut memengaruhi kondisi atmosfer.

Awan konvektif terbentuk akibat adanya pergerakan udara hangat dan lembap menuju lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Pertumbuhan awan jenis ini dapat menyebabkan perubahan kondisi cuaca dalam waktu relatif cepat. Udara di suatu wilayah terkadang terasa panas, lembap, dan menyesakkan sebelum kemudian terjadi hujan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa cuaca di Bandung Raya dapat terasa sangat gerah meski pada waktu tertentu terdapat potensi pertumbuhan awan dan hujan.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network