Saham BYAN Dibidik Haji Isam? Iskandar Sitorus Soroti Alarm Pengawasan Pasar Modal

Susana
Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus. (Foto:Istimewa)

Sumber Dana Akuisisi BYAN Juga Perlu Ditelusuri

Selain struktur kepemilikan, sumber pembiayaan transaksi menjadi aspek penting apabila pengambilalihan saham dalam jumlah sangat besar benar terjadi.

Iskandar menyebut pembiayaan dapat berasal dari modal sendiri, pinjaman, konsorsium, holding, maupun skema pembiayaan lainnya.

Dalam konteks tersebut, pihak pemberi dana dan penerima manfaat akhir juga perlu dapat dijelaskan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Iskandar, aspek transaksi keuangan dapat menjadi bagian analisis sesuai kewenangan PPATK apabila terdapat indikator yang relevan. Namun, besarnya nilai transaksi tidak boleh secara otomatis dianggap sebagai indikasi tindak pidana.

“Jika transaksi bernilai sangat besar benar terjadi, maka pertanyaan mengenai sumber dana adalah pertanyaan yang wajar. Bukan karena transaksi besar pasti bermasalah. Tetapi karena transaksi besar harus mempunyai jejak,” ungkap Iskandar.

Bayan Resources Bantah Tahu Rencana Akuisisi Haji Isam

Di tengah rumor tersebut, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebelumnya telah memberikan klarifikasi mengenai kabar pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yang disebut-sebut akan mengambil alih sekitar 62,2 persen saham perseroan.

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, manajemen BYAN menegaskan perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam maupun pihak yang terafiliasi dengannya.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network