Saham BYAN Dibidik Haji Isam? Iskandar Sitorus Soroti Alarm Pengawasan Pasar Modal

Susana
Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus. (Foto:Istimewa)

“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,” demikian tanggapan manajemen dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI pada Agustus 2026.

Manajemen BYAN juga menyatakan tidak mengetahui pihak-pihak yang terlibat, struktur transaksi, porsi saham yang disebut akan dialihkan, maupun nilai transaksi dalam rumor tersebut.

Sebelumnya, rumor yang beredar menyebut Haji Isam disebut-sebut membidik sekitar 62,2 persen saham BYAN yang dimiliki pengusaha Dato' Low Tuck Kwong. Nilai transaksi yang beredar di pasar juga disebut mencapai miliaran dolar AS, tetapi kabar tersebut belum menjadi transaksi yang dikonfirmasi.

Dengan demikian, sampai ada pengumuman resmi mengenai transaksi, kabar mengenai akuisisi tersebut tetap harus ditempatkan sebagai rumor atau spekulasi pasar, bukan fakta bahwa pengambilalihan BYAN telah terjadi.

Bukan Sekadar Soal Siapa Pembelinya

Iskandar menilai apabila rumor 62,2 persen saham BYAN pada akhirnya terbukti, publik tidak semestinya langsung menunjuk pembeli, penjual, atau perusahaan sebagai pihak yang gagal.

Pertanyaan pertama justru perlu diarahkan kepada sistem: apakah hukum telah dijalankan, apakah keterbukaan informasi telah dilakukan, apakah investor publik terlindungi, apakah regulator mengetahui prosesnya, dan apakah pengawasan perdagangan berjalan efektif.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network