Ada 'Lubang Gelap' di Bea Cukai: Mengapa Sistem Pengawasannya Selalu Jebol di Titik yang Sama?
Sebagai solusi, IAW mendesak KPK dan BPK untuk melakukan audit investigatif yang lebih luas, menyasar hingga ke jaringan penikmat keuntungan, bukan sekadar pelaksana lapangan. Jika Kementerian Keuangan hanya melakukan bongkar pasang personel tanpa memperbaiki manajemen risiko, sejarah kelam ini dipastikan akan terulang.
“Jangan hanya bertanya siapa pelakunya, tapi bertanyalah kenapa sistemnya bisa jebol,” pesan Iskandar.
Iskandar menutup dengan peringatan keras bahwa reformasi birokrasi di Bea Cukai sedang dipertaruhkan. Tanpa perbaikan sistem promosi dan pengawasan yang independen, publik hanya akan menunggu "Rizal-Rizal" baru di masa depan.
“Pertanyaan besarnya bukan siapa yang bersalah. Tapi setelah ini, apakah akan lahir kasus serupa? Jika sistem tidak berubah, jawabannya: ya,” pungkasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa