Fenomena Seller Eksodus dari Marketplace, Momentum bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Fenomena meningkatnya pelaku usaha yang mulai mengurangi ketergantungan pada marketplace kini menjadi perhatian di industri digital Indonesia.
Perubahan ini dipicu oleh berbagai faktor, dari kenaikan biaya logistik, komisi platform, biaya promosi, hingga persaingan harga yang semakin ketat dan kurang sehat.
Kondisi tersebut muncul seiring industri e-commerce yang kini memasuki fase fokus pada profitabilitas setelah bertahun-tahun berada dalam era “bakar uang”.
Akibatnya, banyak pelaku usaha mulai mencari alternatif channel penjualan lain seperti social commerce, WhatsApp, hingga website pribadi.
Peralihan ini dinilai sebagai langkah yang rasional karena memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku usaha dalam mengelola bisnis sekaligus menjaga efisiensi operasional.
Di tengah perubahan lanskap e-commerce saat ini, pelaku usaha dinilai perlu mulai melakukan diversifikasi channel penjualan dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada marketplace.
Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menilai bahwa social commerce, WhatsApp, dan website pribadi kini menjadi alternatif yang semakin relevan karena menawarkan fleksibilitas dan efisiensi biaya yang lebih baik.
Selain membantu menjaga margin keuntungan, channel mandiri juga memungkinkan bisnis membangun hubungan langsung dengan pelanggan, memperkuat loyalitas, serta memiliki kendali lebih besar terhadap branding dan pengalaman konsumen.
"Di tengah konsumen yang semakin sensitif terhadap harga, pelaku usaha juga didorong untuk meningkatkan efisiensi operasional dan membangun strategi multi-channel agar bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan ekosistem digital," kata Nailul Huda.
Editor: Abdul Basir