KPK Didesak Buka Peta Besar Kasus Suap Bea Cukai: dari Klaster Blue Ray hingga Makelar Kasus

Rizal Fadillah
Gedung KPK. (Foto: Ist)

"Dalam kontra intelijen, ini disebut delayed network mapping, pemetaan jaringan yang terlambat," katanya.

Menurut Gautama, indikasi keberadaan forwarder lain sebenarnya sudah muncul sejak Februari hingga Maret 2026. Bahkan pada 27 Februari telah beredar informasi yang menyebut nama PT Infinity, PT Benua Bintang Jaya, dan PT Fasdeli.

Ia menilai keterlambatan membaca jaringan berisiko memberikan ruang bagi pihak-pihak yang belum tersentuh proses hukum untuk melakukan penyesuaian. Dalam perspektif kontra intelijen, kondisi tersebut dikenal sebagai window of adaptation.

"Setiap hari yang lewat adalah peluang bagi pihak-pihak yang namanya disebut untuk membersihkan jejak. Jejak digital bisa dihapus, uang bisa dipindahkan, dan narasi perlindungan bisa dibangun," ujarnya.

Perkembangan lain yang mendapat sorotan muncul dalam persidangan. Gautama menilai sejumlah fakta yang terungkap di ruang sidang justru memperlihatkan gambaran yang lebih kompleks dibanding narasi awal penyidikan.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network