Secara ekologis, MYCL sepanjang 2025 berhasil mengolah 61,72 ton biomassa tak terpakai dan berhasil mencegah potensi emisi sebesar 148,75 ton CO2e akibat pembakaran limbah. Terobosan ini menghemat 39.887 liter air dan menekan jejak karbon sebesar 27,5 ton CO2 ketimbang pembuatan kulit berbahan hewani. Rantai bisnis ini turut menghidupi lebih dari 200 petani serta menciptakan 60 lebih lapangan kerja hijau di lokasi pabrik mereka.
Co-founder Mycotech Lab Ronaldiaz Hartantyo menyebutkan bahwa pendampingan yang didapat mendorong lompatan teknologi yang berdampak nyata.
“Bagi MYCL, dukungan DBS Foundation tidak hanya membantu kami mengembangkan teknologi, tetapi juga memperkuat fondasi agar inovasi dapat tumbuh menjadi bisnis berdampak. Dengan mengolah limbah pertanian menjadi biomaterial, kami ingin menciptakan material alternatif yang lebih rendah dampak, sekaligus membangun rantai nilai yang memberikan manfaat bagi petani, pekerja, dan industri yang ingin bergerak menuju masa depan yang lebih sirkular,” jelas Co-founder Mycotech Lab Ronaldiaz Hartantyo.
Komitmen Panjang Rekayasa Ekonomi Hijau
Secara regional, DBS Foundation telah mengucurkan hibah menembus SGD21,5 juta untuk lebih dari 160 wirausaha sosial se-Asia sejak 2015. Khusus kawasan Indonesia, alokasi yang dikucurkan telah melampaui angka SGD4 juta bagi 20 lebih entitas berorientasi sosial.
Head of DBS Foundation Karen Ngui menyampaikan apresiasinya saat meninjau langsung fasilitas riset dan produksi Parongpong RAW Lab serta Mycotech Lab di Bandung.
“Mendukung social enterprises seperti Parongpong RAW Lab dan MYCL merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk mendorong pertumbuhan purpose driven businesses dan memungkinkan mereka memperbesar skala bisnis sekaligus memperluas dampaknya. Keduanya menunjukkan bagaimana business-led solutions dapat berperan penting dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi di komunitas mereka. Saya sangat senang melihat bagaimana para social enterprises muda di Indonesia berkomitmen membawa perubahan, menjalankan bisnis dengan memberikan dampak positif,” ujar Karen saat mengunjungi fasilitas Parongpong RAW Lab dan Mycotech Lab di Bandung pada Kamis (20/8/2026).
Melalui sinergi ini, model bisnis berbasis lingkungan yang diusung Parongpong RAW Lab dan MYCL diharapkan mampu menginspirasi lahirnya ekosistem ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan di tanah air.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
