get app
inews
Aa Text
Read Next : Nasib Pekerja Usia Senja di Bandung: Berjuang di Sektor Informal hingga Perlunya Jaring Pengaman

Menguak Tabiat Buron Kasus Rancaekek: Masa Lalu Taufik Hidayat Dikuliti, Diduga Ada Korban Lain

Senin, 22 Juni 2026 | 14:32 WIB
header img
Tampang teduga pelaku penganiaya wanita di Bandung. (Foto: Ist)

Masa Lalu yang Bermasalah dan Tameng Keluarga

Semenjak kasus kekerasan ini mencuat ke permukaan, ruang digital dipenuhi oleh pengakuan orang-orang yang mengklaim mengenal TH. Beberapa warganet menyebutkan bahwa sifat temperamental dan agresif pelaku sudah terkenal di lingkungan tempat tinggalnya sejak zaman sekolah.

Tak hanya sosok TH, pihak keluarganya pun ikut terseret dalam pusaran opini publik. Beredar narasi dari komentar warga yang menyebutkan bahwa ibu pelaku cenderung terlalu memanjakan dan membela anaknya setiap kali tersangkut masalah. Begitu pula dengan sang kakak, yang dirumorkan kerap pasang badan demi melindungi TH dari konflik. Namun, semua testimoni ini masih bersifat klaim sepihak dari netizen dan belum terkonfirmasi oleh penyelidikan hukum.

Korban Lain Mulai Bersuara, Ada Jejak Kekerasan di Garut?

Kasus Rancaekek ini tampaknya menjadi pembuka kotak pandora. Baru-baru ini, seorang wanita melalui akun Instagram @adillaapril1 membagikan pengalaman mengerikan yang hampir menimpanya pada awal tahun 2024 lalu.

Ia mengaku sempat dibawa oleh TH ke kawasan sepi di Solokan Jeruk. Beruntung, ia berhasil selamat setelah terus-menerus mendesak pelaku untuk mengantarkannya pulang.

"Aku salah satu korbannya juga di tahun 2024 awal. Alhamdulillah aku selamat Kak, karena waktu itu aku langsung minta pulang," tulis akun tersebut.

Wanita ini juga menambahkan bahwa kala itu gelagat TH sangat mencurigakan, berbicara dengan tidak jelas atau gagap (balelol) seperti orang yang tengah berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.

Dugaan adanya korban lain diperkuat oleh temuan tim advokasi Hotman 911 yang mendampingi keluarga YTR. Pangeran Reza Pramadia dari tim hukum menyebutkan bahwa pihaknya menerima aduan mengenai adanya korban dengan pola penyiksaan serupa di wilayah Garut, Jawa Barat. Tim pengacara mendesak pihak berwajib bergerak cepat sebelum jatuh korban berikutnya.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut