Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Agenda Pembahasan di Hotel Kerap Jadi Sorotan, DPRD KBB Perdana Gelar Rapat di Kantor
Advertisement . Scroll to see content

KPK Dinilai Terlalu Banyak Buka Informasi, Minim Kejelasan Tindak Lanjut

Jum'at, 18 September 2026 | 10:37 WIB
  • author Bennazir
KPK Dinilai Terlalu Banyak Buka Informasi, Minim Kejelasan Tindak Lanjut
Spesialis Analisis Kontra Intelijen, R. Gautama Wiranegara. (Foto:Istimewa)

“Potongan-potongan informasi yang terpisah dapat membentuk sebuah peta, dan peta itu bisa dibaca oleh pihak yang sedang diburu,” jelas Gautama.

Karena itu, menurut Gautama, KPK membutuhkan tiga disiplin dalam komunikasi perkara: menentukan informasi yang memang perlu dibuka, menghitung konsekuensi operasional sebelum informasi disampaikan, serta memastikan adanya penutupan status setelah sebuah persoalan diumumkan. Transparansi tidak harus berarti membuka BAP atau strategi penyidikan, tetapi informasi yang sudah dilempar ke ruang publik tetap membutuhkan kejelasan perkembangan.

“Need-to-disclose: bukan hanya apakah informasi boleh dibuka, tetapi apakah informasi itu perlu dibuka pada saat itu,” terang Gautama.

Perkara Bea dan Cukai, dalam pandangan kontraintelijen, tidak cukup dibaca sebagai rangkaian nama dan transaksi. Pemetaan perlu mencakup akses, relasi, informasi, pengaruh, aliran uang, serta kemampuan setiap simpul menghubungkan satu pihak dengan pihak lainnya.

“KPK sedang membongkar keseluruhan jaringan, atau tanpa disadari sedang memberi jaringan cukup banyak potongan informasi untuk membaca bagaimana mereka sedang diburu?” kata Gautama. (*)

 

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut