“Dalam bahasa audit, ini disebut chronic control weakness, ini penyakit lama yang dibiarkan!” katanya.
Ia memperkirakan potensi kebocoran sistemik di DJBC dapat mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun. Kondisi ini menunjukkan kelemahan telah lama diketahui tanpa perbaikan signifikan.
Menutup pernyataannya, Iskandar mengajukan sejumlah pertanyaan kritis kepada KPK terkait penanganan perkara. Pertanyaan tersebut mencakup tindak lanjut kasus lama, pengujian seluruh aktor, serta pemanfaatan data historis dalam penyidikan.
“Jika hanya individu, maka kasus Ahmad Dedi adalah peringatan: isu besar bisa lenyap begitu saja, dan pelaku bisa lolos,” ujarnya. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
