Kasus Bea Cukai, KPK Diminta Buka Kartu Soal Emas 5,3 Kg dan Peta Perkara

Bennazir
Gedung KPK. (Foto: Ist)

Ia mempertanyakan apakah belum munculnya tersangka baru disebabkan alat bukti yang belum cukup atau justru karena penyidikan mengalami selective narrowing atau penyempitan fokus hanya pada Blue Ray Cargo. Gautama menilai situasi tersebut berisiko membuat simpul lain dalam jaringan memiliki ruang untuk beradaptasi dan menghilangkan jejak.

“Dalam kontra intelijen, ketika penyidik terlalu lama fokus pada satu jalur pembuktian, maka jaringan lain punya waktu untuk membersihkan diri, memutus komunikasi, memindahkan aset, hingga membangun narasi perlindungan. Itu yang disebut network adaptation dan counter-exposure mitigation,” ujarnya.

Ia juga menyoroti riuh istilah “List Biru”, “List Coklat”, hingga berbagai kode warna yang sempat berkembang di ruang publik pada awal perkara. Namun setelah menelaah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) serta dokumen dakwaan, Gautama menyebut tidak ada satu pun dokumen resmi yang secara eksplisit memuat daftar warna selain “List Biru”.

Menurutnya, publik telanjur dibentuk oleh konstruksi awal yang belum tentu seluruhnya terkonfirmasi dalam proses hukum. Dalam kajian kontra intelijen, fenomena tersebut disebut narrative contamination, yakni ketika persepsi awal terlanjur menguasai ruang publik meski fakta hukum berkembang berbeda.

“Kalau memang ada koreksi atau penyempitan konstruksi perkara, maka itu juga harus dijelaskan secara proporsional. Jangan sampai publik terus hidup dalam framing awal yang belum tentu identik dengan pembuktian di persidangan,” kata Gautama.

Editor : Abdul Basir

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network