Kebiasaan tersebut terlihat dari cara konsumen menggunakan GrabFood. Sebanyak 79 persen pesanan dimulai dengan menjelajahi beragam pilihan makanan dan minuman, bukan melalui pencarian langsung terhadap produk atau merek tertentu.
Sebelum menentukan pesanan, konsumen rata-rata menghabiskan waktu 12,4 menit untuk menjelajahi hingga sekitar enam merchant.
Artinya, perjalanan konsumen menuju pembelian tidak selalu berlangsung secara instan. Ada proses mencari inspirasi, membandingkan pilihan, mempertimbangkan produk, hingga menentukan merek yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Situasi ini membuat tahap eksplorasi menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran digital. Brand yang mampu hadir pada waktu dan titik interaksi yang tepat memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam pertimbangan konsumen.
GrabAds Dorong Strategi Pemasaran dari Top of Mind hingga Top of Cart
Perubahan perilaku tersebut melatarbelakangi penyelenggaraan F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia.
Forum ini membahas sejumlah topik, mulai dari wawasan konsumen (consumer insights), pengukuran keberhasilan pemasaran yang tidak hanya berorientasi pada return on ad spend (ROAS) jangka pendek, perilaku pengguna GrabFood dan GrabMart, hingga pemanfaatan data pihak pertama (first-party insights) untuk merancang strategi pemasaran yang lebih relevan.
Roy Nugroho, Director of Commercial Grab Indonesia, mengatakan perjalanan konsumen kini semakin dinamis. Keputusan membeli tidak selalu terjadi begitu konsumen mengenali suatu merek.
“Berdasarkan temuan data GrabAds, perjalanan konsumen kini semakin dinamis, dan keputusan untuk membeli tidak selalu terjadi secara instan. Di GrabFood, sebagian besar pesanan dimulai dari browsing, menunjukkan bahwa konsumen masih mengeksplorasi dan mempertimbangkan pilihan sebelum menentukan brand yang ingin mereka beli. Bagi brand, ini menjadi peluang untuk hadir lebih awal dalam journey tersebut,” ujar Roy.
Melalui F&B Forward: GrabAds Marketing Summit, GrabAds mengajak pelaku pemasaran dan pemimpin bisnis untuk menghubungkan pembangunan merek (brand building) dengan konversi (conversion) secara lebih menyeluruh.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
