"Secara keseluruhan ada peningkatan kinerja, namun catatan kami untuk daerah adalah mengenai LDR. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun masih relatif kecil dibandingkan penyaluran kreditnya. Ke depan, Bank BJB harus mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif menyimpan dananya di BJB," jelasnya.
Jajang menegaskan, Bank BJB memiliki keunggulan kompetitif berupa dukungan fasilitas penuh (backbone) dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Oleh karena itu, BJB diharapkan mampu tampil lebih tangguh dan tidak kalah bersaing dengan bank-bank nasional lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi III DPRD Jabar menekankan pentingnya memaksimalkan seluruh potensi mitra kerja, mulai dari layanan Samsat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), hingga BUMD di bawah naungan Biro BIA.
"Kami merekomendasikan seluruh mitra kerja untuk memaksimalkan kinerjanya. Di sektor penanaman modal, investasi yang masuk ke Jawa Barat diharapkan tidak hanya padat modal, tetapi juga padat karya agar mampu menyerap tenaga kerja lokal secara optimal," tambah Jajang.
Terkait tata kelola BUMD, Komisi III DPRD Jabar meminta adanya langkah strategis untuk menyehatkan BUMD yang saat ini kinerjanya kurang maksimal, sehingga seluruh aset dan BUMD milik Pemprov Jabar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan dan pembangunan daerah.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
