Kasus Blue Ray Cargo Dinilai Ungkap Struktur Operasional Nonformal di Bea Cukai
Ia menilai langkah Ketua KPK yang menyebut dugaan aliran dana kepada Dirjen Bea Cukai akan didalami masih berada dalam koridor hukum yang tepat. Namun ia mengingatkan bahwa proses pendalaman tidak boleh langsung diterjemahkan sebagai kesimpulan keterlibatan final.
“Karena tugas KPK memang mendalami, menguji, dan membuktikan,” ujarnya.
Menurut Gautama, persoalan terbesar dalam perkara tersebut justru terlihat dari sisi tata kelola negara. Ia menilai kasus itu mengarah pada systemic control failure atau kegagalan pengendalian sistemik.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan kerangka Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), ISSAI 3000, serta pola audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, persoalan muncul akibat dominasi diskresi manual di level operator teknis, lemahnya audit trail digital, minimnya deteksi dini, dan kuatnya komunikasi informal dibanding prosedur tertulis.
“Artinya, persoalan ini bukan hanya soal suap. Tetapi kemungkinan sistem negara terlalu lama membiarkan struktur informal bekerja di bawah struktur formal DJBC,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut membuat siapapun pimpinan yang berada di posisi Dirjen sangat mudah ‘ditumpangi’ oleh jaringan operasional yang telah mapan. Karena itu, ia menilai perkara tersebut harus dibaca sebagai persoalan sistemik, bukan sekadar kasus individual.
Editor : Abdul Basir