get app
inews
Aa Text
Read Next : Pakar Bongkar Pola Korupsi Sistemik di Kasus Blue Ray: Peran 'Access Node' Disorot

Kasus Blue Ray Cargo Dinilai Ungkap Struktur Operasional Nonformal di Bea Cukai

Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:15 WIB
header img
Spesialis Analisis Kontra Intelijen, R. Gautama Wiranegara. (Foto:Istimewa)

“Kalau itu benar, maka siapa pun Dirjennya akan sangat mudah ditumpangi oleh jaringan operasional yang sudah mapan,” ujarnya.

Gautama mengingatkan bahaya terbesar muncul ketika media langsung membangun penghakiman berdasarkan penyebutan nama, sementara penyidik ikut terdorong tekanan opini publik. Menurutnya, situasi itu dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap due process of law.

Karena itu, ia meminta KPK mendalami perkara secara objektif tanpa tekanan. Ia juga meminta media berhati-hati membingkai fakta persidangan yang masih berupa pengakuan awal.

“Publik wajib kritis, jangan terburu menyimpulkan bahwa setiap nama yang disebut pasti bersalah,” katanya.

Gautama menilai perkara besar seringkali diwarnai praktik penjualan nama dan pembentukan persepsi. Namun menurutnya, tantangan paling sulit dalam proses hukum adalah membuktikan secara ilmiah siapa yang benar-benar menerima, mengetahui, memerintahkan, dan menikmati aliran dana.

“Karena nama bisa dipakai, jabatan bisa dijual, amplop bisa diberi kode, dan persepsi bisa dimainkan. Dan justru karena itu, negara hukum harus berdiri di atas bukti, bukan diatas asumsi,” ujarnya. 

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut